Upaya Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Active Debate pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XII SMAN 1 Sutera
Isi Artikel Utama
Abstrak
This research is motivated by the low level of learning activity of grade XII students of SMAN 1 Sutera in the subject of Islamic Religious Education (PAI). The low participation and motivation of students to learn is caused by learning models that are conventional and less interactive. The objectives of this study are to: (1) increase student learning activity through the application of the Active Debate model, and (2) describe how the application of the model can optimize student involvement in the PAI learning process. This study uses a Classroom Action Research (PTK) approach with two cycles, which includes the planning stage, implementation of actions, observation, and reflection. Data was obtained through observation of student and teacher activities and analyzed using qualitative and quantitative descriptive methods. The results showed a significant increase in student activity, from 56.67% in the first cycle to 75% in the second cycle. The application of the Active Debate model has been proven to be effective in encouraging students to think critically, express opinions, and actively participate in PAI learning discussions. The implications of this study show that the Active Debate model can be a strategic alternative in PAI learning to form students' critical and communicative character in line with Islamic values.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat keaktifan belajar siswa kelas XII SMAN 1 Sutera pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Rendahnya partisipasi dan motivasi belajar siswa disebabkan oleh model pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurang interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Active Debate, dan (2) mendeskripsikan bagaimana penerapan model tersebut dapat mengoptimalkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi aktivitas siswa dan guru serta dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keaktifan siswa, dari 56,67% pada siklus I menjadi 75% pada siklus II. Penerapan model Active Debate terbukti efektif dalam mendorong siswa berpikir kritis, mengemukakan pendapat, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi pembelajaran PAI. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model Active Debate dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran PAI untuk membentuk karakter kritis dan komunikatif siswa sejalan dengan nilai-nilai Islam.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Al-Attas, S. M. N. (2015). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Bonwell, C. C., & Eison, J. A. (2019). Active learning: Creating excitement in the classroom. ASHE-ERIC Higher Education Report, 1(1), 1–121.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01
Fitriyani, N. (2021). Pengaruh model debat aktif terhadap kemampuan berpikir kritis dan komunikasi siswa dalam pembelajaran PAI. Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Aktif, 9(2), 145–158.
Hake, R. R. (2020). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 88(7), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Handayani, S. (2021). Hambatan psikologis dalam penerapan pembelajaran berbasis debat pada siswa SMA. Jurnal Pendidikan dan Psikologi, 13(1), 77–88.
Kemendikbudristek. (2020). Konsep dan implementasi Merdeka Belajar. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Lave, J., & Wenger, E. (1991). Situated learning: Legitimate peripheral participation. Cambridge University Press.
Nugroho, A. (2021). Efektivitas pembelajaran berbasis debat terhadap peningkatan kolaborasi dan keterlibatan siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(3), 211–225.
Paul, R., & Elder, L. (2014). Critical thinking: Tools for taking charge of your professional and personal life. Pearson Education.
Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.
Rahman, F. (2022). Implementasi active learning dalam pedagogi Islam: Integrasi nilai kognitif, afektif, dan spiritual. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 10(1), 33–48.
Sagala, S. (2021). Konsep dan makna pembelajaran untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar. Alfabeta.
Santrock, J. W. (2019). Educational psychology (6th ed.). McGraw-Hill Education.
Silberman, M. (2020). Active learning: 101 strategies to teach any subject. Allyn & Bacon.
Supriyadi, D. (2020). Pengaruh pembelajaran berbasis debat terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(2), 102–113.
Syah, M. (2021). Integrasi rasionalitas dan spiritualitas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam Humanis, 5(1), 55–69.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.