Komunikasi Profetik sebagai Paradigma Sistem Komunikasi Islam Kontemporer: Integrasi Nilai Kenabian dalam Komunikasi Digital

Penulis

  • Ahmad Zein Daulay Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Penulis
  • Mohd Rafiq Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Penulis

Kata Kunci:

Komunikasi profetik, sistem komunikasi Islam, komunikasi digital, humanisasi, dakwah digital

Abstrak

The development of digital technology has brought about a significant transformation in contemporary communication systems, creating various ethical, social, and spiritual challenges for Islamic communication practices. This study employs a qualitative approach using library research to examine prophetic communication as a paradigm of the Islamic communication system in the digital era. Research data were collected from various scholarly sources, including books, journal articles, and relevant academic documents, and were analyzed using content analysis techniques through data reduction, interpretation, and synthesis. The findings reveal that prophetic communication is conceptually grounded in three fundamental pillars: humanization, liberation, and transcendence, which serve as the foundation of a contemporary Islamic communication system. The study further demonstrates that the integration of prophetic values with the prophetic attributes of ṣiddīq (truthfulness), amānah (trustworthiness), tablīgh (effective message delivery), and faṭānah (wisdom and intelligence) can establish an ethical, humanistic, and transformative model of digital communication. Moreover, prophetic communication has proven relevant in addressing various challenges of digital communication, including disinformation, hate speech, social polarization, and the commodification of religion in digital spaces. The analysis indicates that prophetic communication functions not only as an ethical framework for communication but also as a comprehensive paradigm of Islamic communication capable of integrating moral, social, and spiritual dimensions into modern communication practices. These findings underscore the importance of revitalizing prophetic values in building a civilized digital communication ecosystem. Therefore, prophetic communication can be positioned as a relevant, adaptive, and applicable paradigm of contemporary Islamic communication systems in responding to the challenges of the digital age.

Perkembangan teknologi digital telah menciptakan transformasi besar dalam sistem komunikasi masyarakat yang menghadirkan berbagai tantangan etis, sosial, dan spiritual bagi praktik komunikasi Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) untuk mengkaji komunikasi profetik sebagai paradigma sistem komunikasi Islam di era digital. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi profetik memiliki landasan konseptual yang dibangun atas tiga pilar utama, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai fondasi sistem komunikasi Islam kontemporer. Penelitian ini juga menemukan bahwa integrasi nilai-nilai profetik dengan sifat kenabian berupa ṣiddīq, amanah, tablīgh, dan faṭānah mampu membentuk model komunikasi digital yang etis, humanis, dan transformatif. Selain itu, komunikasi profetik terbukti relevan dalam menjawab berbagai persoalan komunikasi digital seperti disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi sosial, dan komodifikasi agama di ruang digital. Analisis penelitian menunjukkan bahwa komunikasi profetik tidak hanya berfungsi sebagai kerangka etika komunikasi, tetapi juga sebagai paradigma sistem komunikasi Islam yang mampu mengintegrasikan dimensi moral, sosial, dan spiritual dalam praktik komunikasi modern. Temuan ini menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai kenabian dalam membangun ekosistem komunikasi digital yang berkeadaban. Dengan demikian, komunikasi profetik dapat diposisikan sebagai paradigma sistem komunikasi Islam kontemporer yang relevan, adaptif, dan aplikatif dalam menghadapi tantangan era digital.

Referensi

Aminah, N., Nurhayati, N., Patimah, S., & Lugowi, R. A. (2025). Dimensi teoritis dan praktis dalam kepemimpinan profetik. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(4), 1621–1639. https://doi.org/10.34125/jkps.v10i4.983

Asyibli, B., Al Faqih, S., Heriansyah, M. A. F., Bachtiar, M., & Muslihah, E. (2025). Kepemimpinan pendidikan profetik Nabi Muhammad: Tinjauan literatur tentang model inspiratif dalam membangun generasi berakhlak dan berilmu. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(3), 1357–1369. https://doi.org/10.34125/jkps.v10i3.885

Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Estuningtyas, R. D. (2023). Jurnalistik Islam dan perannya dalam dakwah Islam di era media sosial. JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication, 3(2), 31–44. https://doi.org/10.33754/jadid.v3i02.688

Faqih, A. I., Mu'alimin, & Mukaffan. (2025). Tantangan dan strategi guru pendidikan agama Islam menghadapi disrupsi era digital. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 3(6), 10057–10067. https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2704

Fuchs, C. (2021). Social media: A critical introduction (3rd ed.). Sage Publications.

Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere: An inquiry into a category of bourgeois society (T. Burger & F. Lawrence, Trans.). MIT Press. (Original work published 1962)

Hadiyanto, & Hermawan, A. H. (2025). Rekonstruksi epistemologis pendidikan Islam: Maqāṣid al-Sharī‘ah dari era profetik hingga Utsmaniyah. ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research, 2(2), 385–397. https://ejournal.bamala.org/index.php/almustofa/article/view/623

Hermawan, N., & Murjoko, A. (2025). Reaktualisasi dakwah politik di Indonesia: Antara warisan khilafah dan realitas demokrasi modern. Action Research Journal Indonesia, 7(2), 954–975. https://doi.org/10.61227/arji.v7i2.398

Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.

Khofifah, I. U., Roqib, M., Romadhon, R. I., & Auladi, I. (2026). Internalisasi nilai-nilai pendidikan profetik dalam transformasi kurikulum program unggulan akademik di madrasah aliyah. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 24(2), 237–249. https://doi.org/10.53515/alqodiri.v24i2.66

Kuntowijoyo. (2006). Islam sebagai ilmu: Epistemologi, metodologi, dan etika. Tiara Wacana.

Mariyani, Rahmawati, & Al Ghifari, M. A. (2025). Membangun karakter generasi digital native: Pendekatan profetik melalui orang tua dan guru. Civic Education Perspective Journal, 5(3), 159–172. https://doi.org/10.22437/cepj.v5i3.48454

Maulida, L., Yuriska, S., & Monady, H. (2025). Relevansi hadis tentang pendidikan karakter dalam menghadapi era disrupsi teknologi: Studi tematik hadis tentang akhlak. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(5), 168–181. https://doi.org/10.61722/jinu.v2i5.5320

Mukhliso, S., Anwar, H., & Nuroniyah, W. (2026). Ketahanan keluarga nabi dalam perspektif sosiologi profetik (Analisis struktur, fungsi, dan resiliensi sosial spiritual). Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Quran dan Tafsir, 11(1), 103–118. https://doi.org/10.30868/at.v11i01.10206

Mowlana, H. (2007). Theoretical perspectives on Islam and communication. Global Media Journal, 6(10), 1–10. https://www.researchgate.net/publication/237673465_Theoretical_Perspectives_on_Islam_and_Communication

Ridho, A. R. (2020). Peran komunikasi profetik dalam pembentukan etika publik masyarakat madani perspektif Al-Qur’an. https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/684

Ridho, M., Sagir, A., & Ansari, A. (2026). Kepemimpinan profetik dalam manajemen pendidikan: Studi tentang taujîh dan tansîq berbasis literatur hadis. Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam, 4(1), 42–51. https://doi.org/10.51729/murid.412031

Sakdiah, H., Rahmah, M. N., Adawiah, R., & Aslamiah, R. (2025). Komunikasi profetik dalam dakwah digital: Membangun masyarakat yang kritis dan bijak dalam bermedia sosial. Al-Hiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, 13(1), 13–24. https://doi.org/10.18592/alhiwar.v13i1.16161

Siswadi, & Afandi, R. (2025). Visibilitas kepemimpinan pendidikan berbasis ekoteologi di era digital. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(4), 2953–2964. https://doi.org/10.34125/jkps.v10i4.1996

Sutikno, & Kholiq, A. (2025). McDonaldisasi Islam: Potret keberagamaan Muslim kontemporer. Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 9(1), 119–145. https://doi.org/10.58518/alamtara.v9i1.3815

Umar, & Kuryani. (2025). Media digital profetik: Reposisi media pembelajaran PAI berbasis literasi digital Qur’ani. Ri’ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 10(2), 60–76. https://doi.org/10.32332/riayah.v10i2.11739

Wahid, Z. R., & Masrurah, W. (2026). Moderasi beragama dan nilai-nilai kenabian dalam penguatan pendidikan Islam moderat. JLPTNU: Transformasi Pembelajaran SD dan Moderasi Beragama di Era Kurikulum Merdeka, 1(1), 26–34.

Wijaya, K., & Sari, S. P. (2023). Penerapan konsep triple helix pendidikan berbasis komunikasi profetik di Universitas Ibn Khaldun Bogor. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 12(4), 319–333.https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i4.14573

Diterbitkan

2026-08-09

Terbitan

Bagian

Research Articles

Cara Mengutip

Daulay, Ahmad Zein, and Mohd Rafiq. “Komunikasi Profetik Sebagai Paradigma Sistem Komunikasi Islam Kontemporer: Integrasi Nilai Kenabian Dalam Komunikasi Digital”. Jurnal Pendidikan dan Dakwah 3, no. 1 (August 9, 2026): 80–105. Accessed August 12, 2026. https://internationaljournal-isssh.com/index.php/jpd/article/view/230.

Artikel Serupa

21-30 dari 30

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.