Dampak Usaha Mikro Home Industry Tahu dan Tempe terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kampung Selamat, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Isi Artikel Utama
Abstrak
This study aims to analyze the impact and role of the tofu and tempeh home industry in improving community welfare in Kampung Selamat, North Padangsidimpuan District, Padangsidimpuan City. The study employed a qualitative approach using a descriptive research method. Data were collected through observation, interviews, and documentation and were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the tofu and tempeh home industry has a positive impact on community welfare by creating employment opportunities, increasing household income, and improving the community's ability to meet basic needs. In addition, the home industry plays a significant role in community economic empowerment by enhancing workers' skills, fostering entrepreneurial attitudes, and stimulating local economic activities through community involvement in production and distribution processes. Although the industry still faces challenges such as limited capital, suboptimal marketing, and fluctuations in raw material prices, it continues to contribute to improving community welfare. Therefore, support from the government and other stakeholders is essential to strengthen the sustainability and development of home industries.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan peran home industri pembuatan tahu tempe terhadap kesejahteraan masyarakat di Kampung Selamat, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home industri pembuatan tahu tempe memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, serta kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar. Selain itu, home industri juga berperan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan keterampilan kerja, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat dalam proses produksi dan distribusi. Meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, pemasaran yang belum optimal, dan fluktuasi harga bahan baku, home industri tetap menjadi salah satu usaha mikro yang berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat keberlanjutan dan pengembangan home industri.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Ade Muhamad Alimul Basar. (2015). Peranan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Skripsi. IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Bachtiar Rifai. (2012). Efektivitas Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sosio Humaniora, 4, 11.
Bungin, B. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grafindo Persada.
Fahrudin, A. (2012). Pengantar Kesejahteraan Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Farida, I., & Hadi, S. (2023). Dampak perkembangan produksi kerupuk atom dalam meningkatkan perekonomian masyarakat (Studi kasus Desa Empang Atas Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa). Journal of Applied Business and Banking (JABB), 4(2), 67–76.
Fitriyani, S., Murni, T., & Warsono, S. (2019). Pemilihan lokasi usaha dan pengaruhnya terhadap keberhasilan usaha jasa berskala mikro dan kecil. Management Insight: Jurnal Ilmiah Manajemen, 13(1), 47–58.
Handayani, M. (2020). Strategi Home Industri Konveksi dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Masyarakat Kota Binjai (Studi Kasus Abu Bakar Konveksi Mencirim Binjai Timur). Jurnal Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan, 1, 1–108.
Isbandi Rukminto Adi. (2013). Kesejahteraan Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.
Lilik Siswanta. (2008). Kontribusi Home Industri dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Keluarga: Studi Kasus di Desa Wukirsari Imogiri. Skripsi. Universitas PGRI Yogyakarta.
Listiawati, R. (2015). Peranan Home Industri dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
Mursalina, R., Abidin, R., & Ningtyas, J. D. A. (2022). Pengaruh adanya home industri konveksi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam perspektif ekonomi Islam. Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 157–163.
Noveria, M. (2011). Pertumbuhan Penduduk dan Kesejahteraan. Jakarta: LIPI Press.
Saifuddin Zuhri. (2013). Analisis pengembangan usaha kecil home industri sangkar ayam dalam rangka pengentasan kemiskinan. Jurnal Management dan Akuntansi, 2(3).
Soekanto, S. (2009). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Soetomo. (2012). Keswadayaan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suharno, & Retnoningsih, A. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya.
Supriyono. (2021). Strategi Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif. Yogyakarta: Andi Publisher.
Suryana, Y. (2020). Kewirausahaan: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.
Syamsuri. (2018). Ekonomi Pembangunan Islam. Ponorogo: UNIDA Gontor Press.
Tambunan, T. (2019). UMKM di Indonesia: Perkembangan, Masalah, dan Kebijakan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (2009). Jakarta: Sinar Grafika.
Widiastuti, D. R. R., & Abdi, A. W. (2021). Peran industri rumah tangga kerupuk mulieng terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Dalueng Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Jurnal Pendidikan Geosfer, 6(2), 107–114.
Widyarti, H. (2016). Model Perilaku Kewirausahaan dan Kinerja Industri Kecil Menengah. Jurnal Akun T.